Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2012

Logo HUT RI Sesuai Masa Jabatan SBY, Upaya Propaganda Kah?

Anggota Komisi II DPR, Abdul Malik Haramain menolak adanya politisasi simbol. Hal tersebut dikatakan menyusul adanya logo HUT perayaan ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI yang sempat kontroversial karena mengikuti masa pemerintahan Presiden SBY sejak tahun 2004.


Deretan logo HUT RI yang sama dasarnya sejak 2005, hanya beda jumlah benderanya seiring perjalanan masa kekuasaan SBY

"Intinya kita menolak politisasi simbol, meski simbol itu multi tafsir. Artinya, sangat tergantung kepada orang yang menafsir," ujar Malik kepada Tribunnews.com, Rabu(17/8/2011). Menurut Malik, ke depan dalam membuat logo jangan memunculkan spekulasi atau tafsir politik. Sehingga, wajar dan tidak bisa disalahkan kalau ada orang menafsir sebagai sebuah upaya propaganda. "Harus tetap pada aturan main,"jelasnya.

Karena itulah, lanjut Politisi PKB ini apabila ditemui dan terbukti adanya pelanggaran dalam pembuatan logo harus segera diusut tuntas. "Kalau ada pelanggaran maka harus diusut,"pungkasnya. Seperti diketahui sebelumnya beberapa pihak mempersoalkan soal logo perayaan HUT Kemerdekaan sejak 2005. Logo ini diidentikkan dengan masa pemerintahan SBY.

Seperti misalnya saat HUT kemerdekaan RI, 17 Agustus 2005,atau setahun pemerintahan SBY, lambang bendera merah putih hanya ada satu berkibar di atas angka 60 (HUT ke-60 Kemerdekaan RI). Tahun 2006, dua bendera menunjukkan dua tahun pemerintahan SBY, selanjutnya demikian.

Tiga bendera pada tahun 2007, 4 bendera pada tahun 2008, 5 bendera pada HUT ke-64 tahun 2009, 6 bendera pada tahun keenam pemerintahan SBY atau tahun pertama peridoe kedua. Dan kini, tahun ketujuh masa pemerintahan SBY pun dilambangkan dengan 7 kibaran bendera di atas logo HUT ke-66 perayaan Proklamasi Kemerdekaan RI


READ MORE - Logo HUT RI Sesuai Masa Jabatan SBY, Upaya Propaganda Kah?

Senin, 19 Desember 2011

Mengungkap fakta Yahudi dibalik Logo CocaCola, Trans-tv, dan Indosat

Wah man, lagi2 gw ngebahas masalah Yahudi... ga pa2 kan? kali ini qta bakalan disuguhi logo2 laen yg berkaitan ma freemasonry...

Eh, kalian pada tau Coca Cola ngak sih??? Minuman seger nyang rasanya nyereng nyang warnanya moka gitu, itu teh katanya punya misteri.... apakah itu??? misterinya terletak di logo Coca Cola itu sendiri... n' tau ga sih loe, logo Coca Cola ntu ngejelek2in Islam lho man,,,, gw ga abiz pikir, si pembuat logo itu pinter ya ngebuat logo itu buat ngancurin Islam....Eh, perlu diketahui juga, qta jangan fitnah dulu, kale aja itu cuman kebetulan, n' pastinya jangan gara2 qta liat artikel ini, qta jadi ga pengen minum coca cola,,, gw ju2r, gw suka coca cola, apa lagi klo lg gerah abiz olahraga truz minum coca cola, duh ni'matnya bukan maen, segerrrrr!!!!

Kembali ke laptop, coba liat gambar Coca Cola dari belakang, persisnya kayak gambar di bawah ini...

You see? you see? kalian liat? logo Coca Cola klo diliat dari belakang (dibalik) bakalan keliatan "seperti" huruf arab yang ngebentuk kata 'La Muhammad La Mekkah'... yang artinya tidak ada Muhammad tidak ada Mekkah... Duh Amerikaa Amerika, maunya apa sih? Tapi ngak usah dibahas jauh deh, kali aja ini cuman kebetulan,,, orang Islam yang baik justru jangan main fitnah, malah dosa! bener kan? Fitnah lebih kejam daripada fitness, he he he...

Gw juga mikirnya ga mungkin lho, coz kata 'tidak' dalam bahasa Arab ditulisnya "alif lam", bukan "alif doank", jadi ini mungkin aja cuman rekayasa... tp ga tau denk, mungkin aja bener (yah, plin plan gw).
Nah loh, ada lagi man, logo yg laen...


yang di atas teh (dari kiri ke kanan) logo Yahudi (Israel)/Bintang David, logo Freemasonry, n' yang paling kanan kalian pasti udah ngak asing lagi kan? Yupz, logo TRANS TV man!!! logo Milik kita bersama tea (duh, Sundanya keluar deh), gw bukannya ngejelek2in trans TV lho... Gw cuman pengen tau lebih dalam arti logo ini (kepada pihak Trans TV, maafin Cheyuz yah, ni cuman bwt pembelajaran kok...)

Liat gambarnya kalian pasti udah ngerti deh, ga usah dibahas yah, mmmm tp ga enak, bahas aja deh... pokoke Trans TV itu lambang Freemason, udah itu bahasannya...Eittt, jangan dulu pegi, kata pihak trans Tv, logo ini bukan logo Mason, tapi ngebentuk intan yg berkilau, gitu katanya yg gw tau... ada yg bilang juga, logo trans tv mirip logo Acme Wiley,Inc, liat deh, bandingin...

He he he... Serupa tapi tak sama...

ADA LAGI LHO...
logo INDOSAT:
"Sebagai dampak pengambil alihan saham Indosat oleh Singtel (perusahaan telekomunikasi terbesar Singapura), benih-benih zionisme pun tertanam di tubuh Indosat, termasuk penggunaan lambang yang juga berbau zionisme." gitu katanya yg gw tau...

Lambang Zionisme...Gak tau ini bener apa cuma kebetulan saja...tapi yang pasti "Manusia boleh berencana, Tetapi sesungguhnya ALLAH SWT mengetahui apa yang direncanakan manusia tersebut"...Maha Besar ALLAH dengan segala Firmannya.


READ MORE - Mengungkap fakta Yahudi dibalik Logo CocaCola, Trans-tv, dan Indosat

Teka-Teki DI Balik Nama PEPSI Terbongkar

Institut Riset Media Timur Tengah (MEMRI) telah merilis pernyataan berbahasa Inggris yang diberikan oleh seorang pemuka Islam di Mesir bulan Februari yang lalu, dimana dia jabarkan bahwa PEPSI sebenarnya adalah kepanjangan dari “Pay Every Penny to Save Israel” artinya kira kira demikian : “Sumbangkan setiap penny untuk menyelamatkan Israel.


Selain itu, seorang anggota parlemen organisasi Hamas di Gaza juga mengeluarkan pernyataan sama tentang hal tersebut tahun lalu. Berbicara dalam stasiun TV Al-Aqsha, anggota perlemen Salem Salamah menyatakan, “Ada berbagai perusahaan yang didirikan oleh para kolonialis dan pendudukan – berbagai perusahaan besar dengan banyak cabang diseluruh penjuru dunia, seperti Pepsi, Pepsi Cola. Ini adalah perusahaan terkemuka. Pepsi adalah kepanjangan dari Pay Every Penny to Save Israel.”

Baru-baru ini juga, seorang pemuka Mesir Hazem Abu Ismail mengeluarkan pernyataan yang sama. Berbicara didepan Al Nas TV – sebuah kanal religius Muslim- Abu Ismail menyerukan sebuah boikot dari kaum Muslim terhadap Pepsi karena kepanjangannya tersebut.

Secara spesifik, Hazem Abu Ismail menyatakan sebagai berikut, berdasarkan transkrip sama yang diberikan oleh MEMRI, Institut Riset Media Timur Tengah yang berbasis di Washington:

Huruf P pertama berarti “Pay” (Berikan), E untuk “Every” (Setiap). Huruf ketiga untuk “Penny”. Penny adalah koin kecil yang anda terima dan anda tak tahu apa yang akan anda lakukan dengannya. Berikan itu untuk “Menyelamatkan” I – “Israel”. Dengan kata lain, berikan setiap koin kecil yang anda terima untuk menyelamatkan Israel. Mereka tak ingin uang anda – mereka hanya ingin koin pecahan kecil, penny anda. Bila saya tidak salah, dalam ekonomi Amerika, penny adalah seperseribu dolar. Nilainya kecil sekali.

Mereka mengatakan, “Sumbangkan pecahan kecil yang tidak anda butuhkan, tetapi berikanlah dengan alasan yang benar. Bila anda mengumpulkan pecahan kecil ini, anda bisa membeli minuman ini.” Mereka mengambil masing-masing kata awalan dan membentuk kata “Pepsi”. Bila anda membayar (untuk membeli Pepsi), anda akan menyelamatkan Israel.

Saya tidak hanya bicara tentang Pepsi, tetapi tentang Coca Cola dan kesemuanya. Saya tak akan menyebutkan suatu produk. Anda bisa lihat sendiri. Anda Muslim. Anda bisa sampaikan kepada saya. Saya tidak tahu. Anak kecil saya bahkan lebih tahu tentang boikot ini daripada saya. Saat kami pergi belanja, dia katakan pada saya: “Beli ini, jangan yang itu.” Dia mengetahuinya. Dia sudah menjadi ahli dalam hal ini.

Selama bertahun-tahun, The Coca Cola Company dan produk-produknya banyak menuai kritik oleh berbagai sumber atas bermacam-macam alasan termasuk efek negatif produk-produk tersebut terhadap kesehatan, lingkungan, penggunaan pestisida dalam jumlah yang besar dalam produk-produknya, praktek eksploitasi buruh dan masih banyak alasan lagi. Tidak sedikit dari alasan-alasan tersebut yang membawa perusahaan tersebut menghadapi tuntutan hukum dan menciptakan kontroversi yang terdapat pada logo produk Coca Cola.

Maulana Kalbe Jawwad, seorang kepala keagamaan Shias, mengatakan: “Hal ini merupakan penghinaan terhadap Tuhan. Kami akan meminta Muslim di negara ini dan seluruh dunia untuk memboikot produk tersebut sampai perusahaan tersebut menarik kata-kata yang menyinggung tersebut.
Buat semua pembaca noblogandi, seandainya itu benar dan masih ada sedikit iman kalian di dada, kami mohon anda, atau semua praktisi Muslim yang membacanya untuk menyebarkan pesan tentang logo “yang sangat membelalakkan mata tersebut”.


READ MORE - Teka-Teki DI Balik Nama PEPSI Terbongkar