Rabu, 04 Januari 2012

Pesta Jakarta Underground (BB +)


Peringatan Admin => Gambar/Foto/Artikel pada Posting ini mungkin mengandung unsur info dewasa




Jika dompet Anda tipis, jangan harap bisa menikmati pesta bugil ini. Pesta bugil ABG cantik di sebuah Night Club Jakarta ini ditujukan untuk mereka yang berkantong tebal dan berduit jemban.




Seperti yang Anda lihat pada foto-foto setengah bugil di bawah ini, para tamu dengan santai dan leluasa menikmati tubuh para ABG yang sedikit-demi sedikit melepas bra dan celana dalamnya sampai bugil di kolam renang. Tidak hanya cantik, para ABG itu seksi, mulus, dan tentunya bohay. Hadohhh, kayanya kalau ada disitu rasanya kepengen langsung menikmati, menyentuh dan memasukan sesuatu gan! heeeee... Penasaran gak?

Berikut koleksi foto Pesta Bugil di Jakarta :






READ MORE - Pesta Jakarta Underground (BB +)

Majalah Birahi Indonesia, Jaman Dulu

Beragam Majalah Dewasa pernah terbit di Indonesia, seiring dengan berlalunya waktu, banyak diantara Majalah Dewasa Indonesia yang pernah terbit tersebut menghilang dari peredaran. Di media internet sekitar tahun 2003-2006 banyak sekali beredar foto-foto cover majalah dewasa beserta foto-foto isinya diberbagai forum, namun seiring menghilangnya Majalah Dewasa dari penerbitan, menghilang pula peredaran foto-foto cover majalah tersebut dari Forum internet.

Beberapa Foto cover dan foto isi Majalah Dewasa masih ada tersisa untuk ditelusuri di tempat penyimpanan online di internet, dan untuk postingan kali ini, mencoba merepublikasikannya kepada pengunjung semuanya. Beberapa Foto Cover Majalah maupun Foto isi Majalah bersangkutan adalah seperti yang ada pada foto dibawah berikut ini:







READ MORE - Majalah Birahi Indonesia, Jaman Dulu

Pemandangan yang 'umum' di Jepang

READ MORE - Pemandangan yang 'umum' di Jepang

Selasa, 03 Januari 2012

Legenda Siti Nurbaya


Jika berbicara Sumatera Barat sepertinya tidak pernah habis dengan cerita rakyat atau urban legend. Sebut saja salah satunya yakni kisah “Siti Nurbaya”. Langsung saja kerutan dahi kita mengingat peristiwa nikah paksa yang dilakukan seorang pengusaha tamak bernama Datuak Maringgih, terhadap anak Bagindo Sulaiman, Siti Nurbaya.

Padahal Siti telah dijodohkan oleh Syamsul Bahri sejak mereka masih kecil. Namun karena utang terhadap Datuak Maringgih, akhirnya Sulaiman merelakan anak gadisnya untuk dinikahkan pria berusia senja tersebut. Namun karena cintanya dengan Syamsul Bahri, Siti akhirnya mengakhiri hidupnya dengan memakan lemang beracun. Belakangan Syamsul dan Datuak Maringgih bertemu di medan perang dan akhirnya keduanya meninggal dunia. Iya sepenggal cerita bersejarah ini menjadi populer sekira 1980-an. Saat itu televisi nasional di Indonesia memfilmkan buku yang ditulis oleh seorang sastrawan bernama Marah Rusli pada 1922 lalu.

Cetakan dari Balai Pusataka ini pun menjadi kisah “Romeo dan Juliet” versi Sumatera Barat yang tak lekang oleh zaman. Bahkan salah satu band ternama di Indonesia membuat lagu berjudul “Siti Nurbaya.” Legenda ini memang menjadi cerita bersejarah tidak hanya bagi warga yang terkenal Jam Gadang itu, namun cerita ini sudah menjadi dongeng rakyat Indonesia.

Namun apakah Anda tidak penasaran dengan kebenaran legenda itu? Benarkah cerita itu dalam kenyataan atau hanya memang menjadi cerita semata. Beberapa waktu lalu okezone mencoba penelusuran mengenai cerita rakyat tersebut. Penulis pun mendapat kabar adanya makam “Siti Nurbaya” berada di Gunung Padang. Tanpa menunggu waktu, penulis pun memulai perjalanan ke gunung yang berjarak sekira dua kilometer dari pusat kota. Membutuhkan waktu sekira 15 menit dengan mengendarai motor penulis bisa mencapai kaki Gunung Padang.

Penulis tidak perlu mengeluarkan uang untuk mencapai bukit setinggi 400 meter tersebut. Karena memang Pemerintah Provinsi tidak menyediakan loket penjualan karcis untuk memasuki gerbang “dahulu kala” itu. Kaki penulis pun seakan tak lelah melintasi jalan setapak selebar satu meter itu. Bayangan akan sejarah tak ternilai itu pun melecut penulis untuk terus mencapai makam tersebut.

Setelah berjalan selama 30 menit, penulis pun menemukan pondok peristirahatan. Napas penulis yang mulai “kembang kempis” pun mencoba di normalkan sembari menyelonjorkan kaki yang sudah keras akibat jalan menanjak. Namun jangan khawatir, perjalan menuju jalan ini mata penulis seakan dimanjakan dengan pemandangan Kota Padang. Indahnya kota Gadang itu dan semilir angin, membuat badan penulis kembali bangkit.


Beberapa menit setelah istirahat, penulis pun kembali melanjutkan perjalanan menuju makam kekasih Syamsul Bahir itu. Jalan setapak yang berliku dan menanjak itu tidak menyurutkan penulis untuk melangkahkan kaki. Di jalan ini penulis harus ekstra hati-hati. Pasalnya, tangga dibuat oleh pemerintah sudah berlumut dan licin. Sebelum mencapai makam Siti Nurbaya, penulis dihadapkan dengan persimpangan jalan. Jika penulis mengambil jalan lurus, maka akan mencapai Gunung Padang. Dan kalau mengambil arah kanan akan menemukan makam Siti Nurbaya. Penulis pun mengambil jalan ke arah itu.

Sampai di sini, penulis pun harus menempuh perjalanan menunduk dan turun sejauh 5 meter. Tak berapa lama, penulis akhirnya menemukan sebuah kuburan yang diselimuti kelambu putih. Makam yang terbuat dari sebagian besar semen tersebut, terlihat indah dengan latar belakang pemandangan turunnya matahari atau sun set. Sayangnya nisan dari semen tersebut tidak terlihat jelas nama jasada yang dimakamkan.

Warga sekitar menyakini makam tersebut sebagai makam Siti Nurbaya. Kuburan yang terlihat sedikit kusam itu tampak diapik dua buah batu. Bahkan dalam kondisi tertentu makam ini banyak didatangi warga. Syahbudin Abas (43), warga sekitar, belum terlalu yakin bahwa makam tersebut adalah makam istri kesekian Datuak Maringgih. Namun dia mengakui berdasarkan cerita warga sekitar makam itu adalah Siti Nurbaya.


READ MORE - Legenda Siti Nurbaya