Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Januari 2012

Sejarah Hikayat Raja-Raja Samudera Pasai

Menurut sebuah versi, hikayat raja-raja Pasai ditulis dalam bahasa melayu. Namun menurut seorang sejarawan melayu, UU Hamidy. Hikayat Raja-Raja Pasai yang pernah ditulis di Aceh, terdapat seribuan judul -- nyaris semuanya disusun dalam bahasa Aceh. Pertanyaan yang muncul; kenapa ada Hikayat Raja-Raja Pasai tertulis dalam bahasa Melayu? Inilah pertanyaan yang belum mendapat jawaban yang memuaskan sampai hari ini.

Ada yang berpendapat, bahwa masyarakat di Kerajaan Samudra Pasai memang berbahasa Melayu, sehingga Hikayat Raja-Raja Pasai pun ditulis dalam bahasa Melayu. Prof. Dr. Ibrahim Alfian dalam bukunya “Kronika Pasai” di halaman 8 mendukung pendapat ini bahwa rakyat Kesultanan Samudra Pasai memakai bahasa Melayu. Sewaktu Samudra Pasai digabungkan dengan Kerajaan Aceh Darussalam, masuklah bahasa Aceh ke wilayah itu. Ada pula alasan yang lain, bahwa bahasa resmi Kerajaan Samudra-Pasai adalah bahasa Melayu, dengan nama bahasa Melayu Pasai. Saya sendiri lebih memilih alasan ini, bahwa bahasa nasional Kerajaan Samudra-Pasai adalah bahasa Melayu Pasai, sedangkan bahasa sehari-hari masyarakatnya yaitu bahasa Aceh.

Setelah Kesultanan Samudra-Pasai runtuh, bahasa Melayu Pasai diambil alih oleh Kerajaan Malaka. Kemudian, ketika Kerajaan Malaka ditaklukkan Portugis tahun 1511 M, bahasa Melayu Pasai berkembang pula di Kerajaan Aceh Darussalam sekaligus menjadi bahasa nasional kerajaan itu. Kita belum tahu yang mana di antara kedua pendapat itu yang lebih mengandung kebenaran. Kedua, naskah Hikayat Raja-Raja Pasai dijumpai di Pulau Jawa. Hikayat Raja-raja Pasai yang merupakan bukti satu-satunya tentang kerajaan Samudera Pasai dalam bentuk tulisan dalam bahasa Melayu, naskahnya bukan ditemukan di Aceh melainkan di wilayah Bogor, Jawa Barat. Pemiliknya Kiai Suradimenggala mantan Bupati Demak. Atas inisiatif Thomas Stamford Raffles Wakil Gubernur Jenderal Inggris di Jawa saat itu mengongkoskan orang untuk menyalinnya.

Setelah Raffles meninggal, istrinya menyerahkan naskah itu ke perpustakaan Royal Asiatic Society di London tahun 1830. Tidak lama kemudian, sarjana Perancis E. Delaurier membuat kajian terhadap naskah tersebut, yang seterusnya diterbitkan di Paris tahun 1848. Buku itulah yang sampai ke Aceh, hingga kita dapat membaca sejarah kerajaan Samudera-Pasai dalam bentuk tulisan, baik Latin maupun dalam huruf Arab Melayu/Jawi atau Jawoe. Sebenarnya, terkait sejarah Samudra Pasai, ada satu naskah lain dalam bahasa Aceh, yaitu Hikayat Raja Bakoy, namun kita tak pernah mendengar lagi mengenai posisi keberadaannya.

Kembali ke pokok bahasan. Kenapa Hikayat Raja-Raja Pasai berada di Jawa dan bukan di Aceh utara sebagai tempat yang jadi materi isi hikayat itu? Prof. Dr. Ibrahim Alfian menyebutkan, Hikayat Raja-Raja Pasai ditulis oleh pujangga kalangan istana Samudra-Pasai sendiri dalam rangka mengangkat citra para sultan di hadapan rakyatnya. Karena itu, dalam hal asal-usul Hikayat Raja-Raja Pasai , ia menyatakan ada kemungkinan Hikayat Raja-Raja Pasai dibawa ke Jawa oleh salah seorang tawanan Pasai yang dibawa ke Jawa oleh pasukan Majapahit(Lihat “Kronika Pasai” hlm. 7).


Saya sendiri sedikit berbeda dengan pendapat Guru Besar saya di Fakultas Sastra UGM itu. Panduan yang saya pakai juga sama, yaitu Hikayat Raja-Raja Pasai walaupun kesimpulannya sedikit berlainan. Pada halaman 97 naskah berhuruf Arab Melayu atau Jawi/Jawoe dalam “Hikayat Raja- Raja Pasai”; pada kisah yang membicarakan serangan kerajaan Majapahit terhadap Kerajaan Samudra - Pasai. Hikayat yang berhuruf Arab Melayu/Jawi itu menceritakan, ketika pasukan Majapahit tiba kembali di negerinya setelah menaklukkan Kerajaan Samudra - Pasai, maka Sang Bata (Raja) Majapahit bertitah: “Akan segala tawanan orang Pasai itu suruhlah ia duduk di Tanah Jawa ini mana kesukaan hatinya. Itulah sebabnya, maka banyak keramat di Tanah Jawa itu, tatkala zaman alah Pasai oleh Majapahit”.

Berdasarkan kisah di atas, saya berkesimpulan bahwa Hikayat Raja-Raja Pasai ditulis di Jawa setelah para tawanan Pasai menetap di sana. Kalau bukan dikarang di Jawa, maka kalimat “maka banyak keramat di Tanah Jawa itu, tatkala zaman alah Pasai oleh Majapahit” tentu tidak dimuat dalam Hikayat Raja-Raja Pasai karena peristiwa itu belum terjadi atau si pengarang tidak mengetahui hal itu. Boleh jadi dalam perkembangan berikutnya, para tawanan asal Pasai itulah yang berperan menyiarkan agama Islam di Jawa dan merekalah yang membentuk “Dewan Dakwah Sembilan Wali” yang kemudian terkenal dengan Walisongo. Dalam hal ini saya berpendapat, Hikayat Raja-Raja Pasai ditulis oleh salah seorang tawanan Pasai yang sudah menetap di Kerajaan Majapahit.

Ketiga, karena kemakmurannya, maka mata uang Kerajaan Samudra Pasai ditempa dari emas dengan sebutan dirham emas yang merupakan mata uang emas tertua di Asia. Sampai hari ini, jika hujan lebat turun beberapa kali, masyarakat di sekitar pemakaman raja-raja Samudra Pasai, masih menjumpai dirham-dirham emas yang tersembul dari tanah. Sewaktu saya berziarah ke Kompleks Makam Ratu Nahrisyah tanggal 12 Juli 2011 lalu, beberapa meter di selatan makam ada orang yang memamerkan batu cincin yang berwarna-warni. Menurut saya, batu cincin memang “bersaudara” dengan bongkahan emas yang dikandung Bumi Samudra Pasai.

Dalam Hikayat Raja-Raja Pasai ada dua tempat yang mengisyaratkan bahwa Bumi Kerajaan Samudra Pasai banyak mengandung emas. Sewaktu Meurah Silu belum menjadi raja, ia punya kebiasaan menangkap ikan dengan menahan bubu (theun bubee) di sungai. Suatu pagi ia mengangkat bubunya, ternyata yang masuk puluhan ekor cacing, lalu dibuangnya. Besok pun demikian sampai tiga kali.

Pada kali ketiga, cacing-cacing itu ia bawa pulang ke rumah dan merebusnya. Selesai direbus, ternyata cacing-cacing itu berubah menjadi emas, berbentuk gelang emas. Sejak itu, Meurah Silu menjadi kaya-raya, dan emas-emas itulah yang membawanya menjadi raja. Pada halaman 30 Hikayat Raja-Raja Pasai yang berhuruf Arab Melayu/Jawoe mengisahkan isu yang sedang hangat di Kerajaan Samudra Pasai. Kabar itu menyebutkan, Bumi Samudra Pasai kaya emas. Bahkan ada tujuh tempat yang mengeluarkan asap emas. Kabar itu berasal dari orang Keling (asal India) yang ahli “melihat asap emas”. Suatu kali kapal dari negeri Keling merapat ke pelabuhan Pasai.


Pakar ‘tambang emas’ dipanggil ke istana. Berkat petunjuk “ahli melihat asap emas” yang berasal dari negeri Keling itu, Sultan Malikussaleh menjadi amat kaya karena memiliki batangan emas yang melimpah. Dulu, negeri Sultan Malikussaleh itu banyak menyimpan “Harta Karun”.

Ternyata Bumi Samudra Pasai, bukan hanya mengandung gas LNG tetapi banyak berisi emas pula. Biar terkesan cerita dongeng, tapi ‘jika tak ada api, tentu tak akan ada asapnya’. Ketika gas LNG sudah menyusut seperti sekarang, kisah dalam Hikayat Raja-Raja Pasai yang ‘misterius’ itu tentu perlu dicermati pula. Putra-putri Samudra Pasai pasti sudah lebih cerdas sekarang dan tak perlu bantuan “orang Keling” lagi!

Memang, misteri Hikayat Raja-Raja Pasai khususnya dan sejarah Kerajaan Samudra Pasai umumnya; masih banyak yang belum tergali. Buku-buku sejarah Aceh yang sudah terbit hanya sekilas membahasnya atau paling banyak hanya satu bab. Dosen dan guru-guru sejarah juga kurang memberi perhatian. Jalur mengangkat kembali sejarah Samudra Pasai memang banyak. Namun keberhasilannya amat tergantung keseriusan berbagai pihak. Salah satu pihak yang paling menentukan adalah kepedulian pemerintah. Untuk mempertegas kepedulian itu, saya menyarankan diwujudkan sebuah qanun tentang “Penggalian Peradaban Samudra Pasai”; seperti halnya Pemerintah Provinsi Riau yang kini sedang menggarap Peraturan Daerah (Perda) mengenai “Kepahlawanan Riau”.

Salah satu muatan penting dari qanun itu adalah perlu dibangunnya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) atau semacamnya seperti Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Aceh Utara. Bila FIB atau FKIP sudah wujud di Aceh Utara, maka terbukalah kesempatan “Membangkitkan Peradaban Samudra Pasai’ secara luas, berencana dan berkelanjutan.


READ MORE - Sejarah Hikayat Raja-Raja Samudera Pasai

Jumat, 20 Januari 2012

Fakta-fakta unik dibalik sejarah perang salib

 
1. Richard the Lion heart, yang terkenal sebagai Raja Inggris, dan konyolnya beliau tidak bisa bahasa inggris. Karena sejak kecil dia selalu berada di Prancis. Dia cuma numpang lahir di Inggris. Bahkan konon, beliau lebih mahir bahasa Arab daripada bahasa Inggris.

2. Raja Richard berada di Inggris dalam masa pemerintahannya hanya selama 11 bulan. Permaisurinya, Queen Berengaria of Navarre, malah tidak pernah ke Inggris sama sekali. Oleh karena itu Richard juga dikenal sebagai " The Absent King

3. Saking tidak percayanya dengan motivasi rekannya sesama ekspedisi perang salib, Raja Richard pernah mengatakan : "Saya lebih rela Yerusalem dipimpin oleh seorang Muslim yang bijak dan berjiwa ksatria daripada kota suci itu jatuh ketangan para baron Eropa yang hanya mengejar kekayaan pribadi "

4. Pada suatu peristiwa di pertempuran di Jaffa, ketika pasukan kavaleri Tentara Salib merasakan kelelahan, Richard sendiri memimpin pasukan tombak melawan kaum muslim. Saladin nyaris berada di sisinya dengan penuh kekaguman. Saat dia melihat kuda Richard terjatuh di bawahnya, seketika Sultan mengirimkan tukang kudanya ke medan pertempuran dengan dua ekor kuda yang masih segar untuk Raja Inggris yang berani itu.

5. Ada juga cerita mengenai Richard yang memasuki Yerusalem dengan menyamar dan makan malam bersama Saladin : mereka benar-benar saling bersikap ramah. Dalam rangkaian perbincangan, Richard bertanya kepada Sultan tentang bagaimana pandangannya mengenai Raja Inggris. Saladin menjawab bahwa Richard lebih mengunggulinya dalam sifat keberaniannya sebagai seorang ksatria, tapi kadang-kadang dia cenderung menyia-nyiakan sifatnya ini dengan terlalu gegabah dalam pertempuran. Sedangkan menurutnya Richard, Saladin terlalu moderat dalam memperkuat nilai-nilai keksatriaan, bahkan dalam pertempuran

6. Ketika ada salah satu panglima perang saladin memberontak, Richard membunuhnya dan menyerahkan kepalanya pada saladin serta berkata, "Aku tidak ingin orang ini mengacaukan "permainan" kecil kita". Dan keesokan harinya mereka bertempur sengit.

7. Pernah dalam suatu pertempuran, Richard melihat bahwa pedang saladin tumpul dan dia menghentikan perang hari itu untuk memberikan kesempatan agar saladin mengasahnya

8. Suatu hari, Richard sakit keras. Mendengar kabar itu, Shalahuddin langsung turun tangan sendiri untuk mengobati Richard dengan menyamar menjadi tabib. Kapan lagi kita bisa mendapatkan pemimpin kaum muslim yang memiliki akhlak seperti Salahuddin?

9. Orang Eropa pada awalnya menyebut orang Muslim sebagai Barbarian, tetapi akibat kontak yang intensif dari perang salib, Lambat laun mereka menyadari bahwa yang barbar sesungguhnya adalah mereka. Jika ditilik dari tingginya peradaban budaya dan ilmu kaum muslimin saat itu.

10. Menurut catatan sejarah, pada saat perang salib, semua wanita dan pelacur di usir keluar dari kamp crusaders. Seluruh crusaders harus suci secara jasmaniah, bebas dari nafsu. Tapi ada satu grup wanita yg bebas keluar masuk camp crusaders yaitu tukang cuci baju. Bahkan kalau satu grup tukang cuci mau bepergian antar kota, mereka dijaga oleh sepasukan knight, dan dibuntuti pasukan infantri. Kalau iring-iringan ini diserang, keselamatan para tukang cuci ini no.1. Waktu ditawan pasukan muslim, para tukang cuci ini lebih dihormati daripada prajurit biasa. Sampai-sampai Richard The Lion Heart juga rela membayar ransum buat para tukang cuci itu

11. Ketika Frederick Barbarossa (kakek kaisar Frederik II) meninggal pada ekspedisi perang salib III, banyak ksatrianya yang menganggap bahwa ini adalah kehendak Tuhan dan banyak yang bergabung dengan kaum muslim. Lalu yang tersisa membawa jasad Barbarossa menuju ke yerusalem dengan anggapan nanti Barbarosa akan terlahir kembali.

12. Frederick II Kaisar Jerman, punya hubungan khusus dengan Sultan Malik dari Mesir di perang salib V. Beliau merasa di jaman itu (jaman dark ages), satu-satunya yang sebanding dengan dia di masalah budaya dan personality adalah pangeran-pangeran dari kerajaan muslim. Oleh karena itu gaya hidupnya agak nyentrik (dia berpoligami, padahal seorang Katolik tidak demikian).

13. Waktu terpaksa harus berpartisipasi dalam perang salib, Frederick II berhasil merebut Jerusalem, Betlehem dan Nazareth tanpa meneteskan setitik darahpun. Walaupun sebenernya dia cuma menyewa ke 3 kota tersebut dari sahabatnya si sultan Malik dari Mesir

14. Pernah ada kejadian Frederick II memukul pendeta yang masuk ke dalam masjid dan memperingatkan agar jangan melakukan hal itu lagi. Sedangkan al-Malik pernah dinasehati oleh Knight Templar agar membunuh Frederick II pada saat pengawalannya sedang longgar. Mengetahui hal tersebut, al-Malik segera menyuruh Frederick II agar segera pergi dari situ karena keadaannya 'berbahaya'.

15. Kekalahan pasukan Arab lebih sering karena mereka terpancing melakukan serangan terbuka melawan kavaleri berat Eropa. Dimana disiplin serta pengalaman tempur sukarelawan Jihad kalah jauh dari satuan tempur veteran Eropa khususnya ordo-ordo militer seperti Templar, Hospitallers dan Teutonic Knight.

16. Kekalahan pihak Eropa umumnya akibat dari insubordinasi alias kurang kuatnya komando tunggal dalam kesatuan tentara yang terdiri dari elemen-elemen berbeda dari para baron dan ordo militer yang sebenarnya saling tidak suka satu sama lainnya. Selain itu dalam beberapa kekalahan, para tentara bayaran ( mercenary ) dan sukarelawan Eropa seringkali terlalu cepat meninggalkan barisannya untuk menjarah kota-kota Islam yang hampir ditaklukannya. Hal itu membuat pasukan Islam yg sebenarnya sudah terpojok bisa melakukan counter-attack

17. Pasukan turki khwaraziman yang menyerang jerusalem tahun 1244 waktu itu dikontrol oleh keturunan genghis khan, Eljigidei. Yang lucu dari pasukan ini adalah pasukannya mayoritas beragama Buddha bahkan komandan Hulegu khan juga seorang Buddhis.

18. Sebenarnya pengiriman para Crusader salah alamat, kaum Turki Seljuk yang banyak mengganggu ziarah kaum kristiani ke Yerusalem sudah diusir oleh khalifah Mesir. Akan tetapi lamanya perjalanan serta miskinnya informasi membuat pemimpin Crusader tidak mendengar pergantian kekuasaan di Yerusalem.

19. Divisi elit pasukan berkuda Cossack di Rusia dan Musketer berkuda di Prancis karena terinspirasi suksesnya pasukan berkuda pemanah bangsa Arab. Pasukan berkuda bukan hanya sebagai pasukan sayab tapi menjadi pasukan khusus

20. Membangun sepasukan knights memakan biaya yang sangat besar. Seorang raja sekalipun di abad pertengahan paling hanya memiliki sekitar 100 - 300 Full Knight dengan Heavy Horse yang berdinas dibawah komandonya secara full - time. Biasanya para raja akan mengumpulkan seluruh Knight yang berada di bawah para duke dan baronnya apabila menghadapi pertempuran besar.

21. Para Knights umumnya adalah anak para ningrat yang tidak memiliki hak waris. Di masa itu seperti juga para bangsawan dimana saja, kekayaan dan kekuasaan sang ayah hanya diwarisi oleh putra sulungnya, kecuali tingkat raja atau baron kaya dimana putra ke dua hingga ke 3 masih mungkin mewarisi satu county atau estate dengan kastil kecil. Putra-putra yang tidak atau merasa kurang memiliki kekayaan biasanya sejak remaja mengasah diri dengan ketrampilan perang. Mereka kemudian pada usia tertentu (15-16 tahun ) di inagurasi menjadi knight oleh raja atau baron tempat dia mengabdi.

22. Ada sebuah aturan yang tidak pernah dilanggar oleh kedua belah pihak sewaktu perang salib. Yaitu Fakta Nobility atau Hukum Chivalry yang berlaku di abad pertengahan bahwa raja tidak boleh membunuh sesama raja. Khususnya apabila tertawan. Salah satu kode etik knights dan para noble adalah mereka pantang membunuh keluarga atau orang2 dari keturunan ningrat yang menyerah/tertawan dalam pertempuran. Akan tetapi khusus buat religius-military Order spt Templar, Hospitaller dan Teutonic dalam perang Salib, peraturan itu tidak berlaku terhadap para noble/ningrat Muslim. Kecuali dalam kondisi khusus atau mendapat spesial order dari pemimpin Crusader yang mendapat mandat langsung dari Paus. Dalam tradisi Arab sendiri, seorang raja pantang membunuh sesama raja. Hal itu yang diterapkan Saladin ketika dia tidak membunuh Guy of Lusignan, raja kerajaan Latin di Yerusalem ketika berhasil memenangkan pertempuran Hattin

23. Saladin pernah melanggar etika dan hukum perang Islam yg selalu dia junjung tinggi ketika dia mengeksekusi semua tawanan Ksatria Templar dan Hospitaller ketika dia memenangkan pertempuran Hattin. Sementara Richard The Lion Heart juga pernah melanggar kode etik Chivalry serta etika Noble-nya saat dia mengeksekusi 2000 serdadu Saladin yang tertawan di depan gerbang Acre/Akko

24. Kalau selama ini kita mendengar bahwa Saladin itu komandan yg santun, maka salah satu panglima mamluk yaitu Baybar adalah komandan yang garang. Tidak kalah garangnya dalam soal bunuh-membunuh seperti crusaders. Kalau crusaders dibawah pimpinan Richard pernah menghukum mati seluruh tawanan muslim di Aacre, pasukan Baybar juga membunuh semua orang kristen di Acre, termasuk pendeta dan perempuan. bahkan dia berkirim surat ke komandan crusaders untuk menceritakan detil pembantaian di dalam suratnya. Baybar bahkan sampai membuat lingkungan acre jadi gurun agar di masa depan sulit untuk jadi pangkalan crusaders lagi.

25. Saat pengepungan kota Acre, Baybars menggunakan siege weaponnya selain sebagai senjata penghancur berat jarak jauh, juga sebagai senjata psikologi dan biologi. Senjata katapel-nya tidak hanya melontarkan batu ke arah kota, tapi juga mayat pasukan musuh, tawanan anak-anak yang masih hidup serta bangkai binatang spt kuda, unta dll. Di abad pertengahan hal itu kerap disebut sbg 'humor pasukan artileri'. Namun Baybars melakukannya lebih intensif dan mengerikan.

26. Akibat dihinggapi penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati). Maka.Shalahuddin lantas menggagas sebuah festival yang diberi nama peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tujuannya untuk menumbuhkan dan membangkitkan spirit perjuangan. Di festival ini dikaji habis-habisan sirah nabawiyah (sejarah nabi) dan atsar (perkataan) sahabat, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai jihad. Festival ini berlangsung dua bulan berturut-turut. Hasilnya luar biasa. Banyak pemuda Muslim yang mendaftar untuk berjihad membebaskan Palestina. Mereka pun siap mengikuti pendidikan kemiliteran.


READ MORE - Fakta-fakta unik dibalik sejarah perang salib

Selasa, 17 Januari 2012

10 Kota Kuno Paling Megah dan Indah

National Geographic baru-baru ini merilis lagi beberapa foto “kota yang hilang” di lamannya. Berikut kota-kota tersebut:

1. Petra, Yordania
Inilah istana yang dipahat di sebuah bukit batu. Diperkirakan manusia menghuni Petra sejak abad ke-2 Masehi. Dalam foto National Geographic ini, bangunannya disebut sebagai El-Deir. Arkeolog menyimpulkan bangunan ini dahulunya sebagai kuil pemujaan, sebelum berubah menjadi gereja atau biara.

2. Machu Picchu, Peru
Sebuah kota di atas gunung. Penemuannya menghebohkan dunia arkeologi. Padahal ia baru ditemukan 100 tahun lalu. Hingga saat ini arkeolog masih belum pasti apa fungsi kota Macchu Picchu ini. Sebab bangsa India Inca yang membangunnya tidak memiliki budaya tulis menulis dan tidak ada tinggalan tertulis.

3. Palenque, Meksiko
Inilah kota besar bangsa Indian Maya yang pertama. Terletak di tengah hutan lebat di tenggara Meksiko. Berbatasan dengan Guatemala. Diperkirakan bangsa Maya sudah menghuni Palenque sejak 3000 tahun lalu. Sepanjang sejarahnya, Maya lantas membangun kota besar lainnya seperti Tikal yang masuk kategori kota kosmopolitan di masanya.

4. Troya, Turki
Salah satu kota kuno yang paling terkenal dalam sejarah. Kota Troya diselimuti misteri, legenda, dan intrik. Apalagi ia muncul dalam cerita Illiad oleh pujangga Yunani, Homer. Tinggalan kota Troya ditemukan di sebelah barat laut Turki pada abad ke 19 oleh arkeolog Jerman, Heinrich Schliemann. Ia menggali di kota Hisarlik, malah menemukan Troya. Situs Troya ternyata bukan situs tunggal. Kotanya dibangun di atas kota lain. Tercatat ada sembilan kota berbeda di dalam satu situs yang sudah berumur sekitar 5000 tahun ini.

5. Mohenjo Daro, Pakistan
Salah satu kota tertua di Asia dan di dunia. Mohenjo Daro berkembang karena dialiri Sungai Indus. Ia ditemukan pada 1921. Saudara kembar kota ini, yang juga tua, adalah Harappa. Umur kota ini diperkirakan mencapai 4.500 tahun. Ia berdagang dengan kota kuno lainnya, Mesopotamia.

6. Palmyra, Siria
Kota ini dikenal juga sebagai nama Tadmor. Kota ini masih pegang peranan penting hingga abad-19. Para pedagang sejak 300 Masehi sudah singgah ke Palmyra untuk beristirahat sebelum meneruskan perjalanan ke Mesopotamia dan Persia. Letaknya yang strategis membuat kota ini dijajah bangsa Romawi di awal Masehi.

7. Tanis, Mesir
Kota Tanis termasuk salah satu kota paling misterius di dunia. Ia pernah menjadi ibu kota Mesir kuno. Di kota inilah salah satu temuan arkeologi paling heboh berada, yaitu mumi keluarga kerajaan Mesir. Temuan ini sejajar berharganya dengan temuan mumi Tutankhamun.

8. Great Enclosure, Zimbabwe
Kota di Afrika ini sering disebut sebagai salah satu kota yang muncul dalam berbagai kitab suci. Tempat Ratu Sheba. Arkeolog masih belum dapat menyimpulkan sejauh mana peranan dan fungsi kota yang ditinggalkan penghuninya ini. Bukti-bukti sementara menghasilkan kota ini dibangun oleh suku Shona, suku leluhur suku Bantu sekitar 1.250 tahun lalu. Kota ini dikabarkan sebagai pusat kota pemujaan.

9. Nimrud, Irak
Terletak di utara Irak, kota ini menjadi ibu kota Kerajaan Asiria. Bangsa yang ditakuti pada masanya karena kejam dan haus darah. Selalu menjajah kota-kota di sekitarnya. Asiria muncul di catatan sejarah pada abad-14 sebelum Masehi. Mereka mendominasi wilayah Irak-Iran-Turki dan sekitarnya. Perebutan wilayah dengan negara tetangganya, Babilonia, membuat Nimrud perlahan-lahan ditinggalkan warga sekitar 612 sebelum Masehi. Warga pindah ke kota Nineveh.

10. Persepolis, Iran
Salah satu kota kuno terbesar dan berpengaruh dalam sejarah dunia. Persepolis adalah ibu kota dari Kerajaan Persia. Saking besarnya kerajaan Persia, mereka punya empat ibu kota. Persepolis dibangun pada 520 sebelum Masehi. Kota ini dibangun dengan arsitektur yang megah dan rumit. Dihiasi perak dan emas. Pahatan-pahatan kualitas tinggi ada di tiap tinggalan. Persepolis dan Persia jatuh ditaklukkan Alexander Agung. Ia membakar kota ini hingga rata dengan tanah. Sekarang sisa-sisanya masih bisa dinikmati di Iran.


READ MORE - 10 Kota Kuno Paling Megah dan Indah

8 Bangunan Dengan Proses Konstruksi Paling Lama di Dunia

1. Coliseum

The Coliseum dibangun sebagai perayaan kemenangan militer. Pembangunannya diperkirakan melibatkan antara 50,000 s’d 80,000 pekerja. Dengan tinggi sepanjang 157 kaki dan panjang 620 kaki The Coliseum merupakan salah satu kehebatan bangsa Romania dalam ilmu arsitektur. Proyek ini memakan waktu selama 10 tahun

2. Kuil Parthenon

The Parthenon dibangun diatas bukit Acropolis, Athena, pada abad ke lima sebelum masehi. Proyek bangunan terpanjang ini dibangun sebagai kuil untuk menyembah dewa Athena. Proyek ini memakan waktu selama 17 tahun

3. Piramid Giza
Bangunan kuno Mesir ini adalah salah satu bangunan yang terkenal di dunia. Dibangun pada 2500 sebelum masehi, bangunan buatan manusia tertinggi didunia sebelum adanya menara Eiffel di Paris ini memakan waktu sampai dengan 20 tahun

4. Katedral York Minster

Dibangun pada tahun 1220, konstruksi bangunan ini tidak terselesaikan sampai dengan tahun 1472. Bangunan ini dibangun dengan teknik dan peralatan dari jaman pertengahan, butuh waktu sampai dengan dua abad agar bangunan ini terselesaikan dengan sempurna.

5. Chichen Itza

Berlokasi di negara Meksiko, Chichen Itza merupakan salah satu peninggalan bangsa Maya. Dibangun daei tahun 600 sebelum masehi proyek bangunan dengan ketelitian perhitungan matematika tingkat tinggi ini menghabiskan waktu selama 400 tahun.

6. Angkor Wat
Dibangun pada pertengahan abad ke 12 oleh kekuasaan Khmer di negara Kamboja, bangunan ini dibangun sebagai penghormatan kepada dewa Vishnu. Dibutuhkan waktu 418 tahun untuk menyelesaikannya

7. Stonehenge

Tidak ada seorangpun yang mengetahui secara pasti kapan bangunan ini dibangun, Stonehenge adalah salah satu proyek konstruksi yang banyak membuat orang heran akan proses pembuatannya. Setiap batu memiliki berat lebih dari empat ton dan ditarik sepanjang 240 mil dari Wales utara sampau dengan Wiltshire Inggris. Proyek ini memakan waktu selama 1,600 tahun

8. Tembok Besar Cina (Great Wall China)

Dimulai semenjak 2000 tahun yang lalu, dan masih dibangun selama abad ke 16, Tembok Besar Cina merupakan sebuah simbol kejayaan kekuatan militer kekaisaran pada masanya. Diperkirakan ada sekitar dua sampai dengan tiga juta orang meninggal selama proses pembangunannya. Proyek ini memakan waktu lebih dari 2000 tahun.


READ MORE - 8 Bangunan Dengan Proses Konstruksi Paling Lama di Dunia

Selasa, 03 Januari 2012

Legenda Siti Nurbaya


Jika berbicara Sumatera Barat sepertinya tidak pernah habis dengan cerita rakyat atau urban legend. Sebut saja salah satunya yakni kisah “Siti Nurbaya”. Langsung saja kerutan dahi kita mengingat peristiwa nikah paksa yang dilakukan seorang pengusaha tamak bernama Datuak Maringgih, terhadap anak Bagindo Sulaiman, Siti Nurbaya.

Padahal Siti telah dijodohkan oleh Syamsul Bahri sejak mereka masih kecil. Namun karena utang terhadap Datuak Maringgih, akhirnya Sulaiman merelakan anak gadisnya untuk dinikahkan pria berusia senja tersebut. Namun karena cintanya dengan Syamsul Bahri, Siti akhirnya mengakhiri hidupnya dengan memakan lemang beracun. Belakangan Syamsul dan Datuak Maringgih bertemu di medan perang dan akhirnya keduanya meninggal dunia. Iya sepenggal cerita bersejarah ini menjadi populer sekira 1980-an. Saat itu televisi nasional di Indonesia memfilmkan buku yang ditulis oleh seorang sastrawan bernama Marah Rusli pada 1922 lalu.

Cetakan dari Balai Pusataka ini pun menjadi kisah “Romeo dan Juliet” versi Sumatera Barat yang tak lekang oleh zaman. Bahkan salah satu band ternama di Indonesia membuat lagu berjudul “Siti Nurbaya.” Legenda ini memang menjadi cerita bersejarah tidak hanya bagi warga yang terkenal Jam Gadang itu, namun cerita ini sudah menjadi dongeng rakyat Indonesia.

Namun apakah Anda tidak penasaran dengan kebenaran legenda itu? Benarkah cerita itu dalam kenyataan atau hanya memang menjadi cerita semata. Beberapa waktu lalu okezone mencoba penelusuran mengenai cerita rakyat tersebut. Penulis pun mendapat kabar adanya makam “Siti Nurbaya” berada di Gunung Padang. Tanpa menunggu waktu, penulis pun memulai perjalanan ke gunung yang berjarak sekira dua kilometer dari pusat kota. Membutuhkan waktu sekira 15 menit dengan mengendarai motor penulis bisa mencapai kaki Gunung Padang.

Penulis tidak perlu mengeluarkan uang untuk mencapai bukit setinggi 400 meter tersebut. Karena memang Pemerintah Provinsi tidak menyediakan loket penjualan karcis untuk memasuki gerbang “dahulu kala” itu. Kaki penulis pun seakan tak lelah melintasi jalan setapak selebar satu meter itu. Bayangan akan sejarah tak ternilai itu pun melecut penulis untuk terus mencapai makam tersebut.

Setelah berjalan selama 30 menit, penulis pun menemukan pondok peristirahatan. Napas penulis yang mulai “kembang kempis” pun mencoba di normalkan sembari menyelonjorkan kaki yang sudah keras akibat jalan menanjak. Namun jangan khawatir, perjalan menuju jalan ini mata penulis seakan dimanjakan dengan pemandangan Kota Padang. Indahnya kota Gadang itu dan semilir angin, membuat badan penulis kembali bangkit.


Beberapa menit setelah istirahat, penulis pun kembali melanjutkan perjalanan menuju makam kekasih Syamsul Bahir itu. Jalan setapak yang berliku dan menanjak itu tidak menyurutkan penulis untuk melangkahkan kaki. Di jalan ini penulis harus ekstra hati-hati. Pasalnya, tangga dibuat oleh pemerintah sudah berlumut dan licin. Sebelum mencapai makam Siti Nurbaya, penulis dihadapkan dengan persimpangan jalan. Jika penulis mengambil jalan lurus, maka akan mencapai Gunung Padang. Dan kalau mengambil arah kanan akan menemukan makam Siti Nurbaya. Penulis pun mengambil jalan ke arah itu.

Sampai di sini, penulis pun harus menempuh perjalanan menunduk dan turun sejauh 5 meter. Tak berapa lama, penulis akhirnya menemukan sebuah kuburan yang diselimuti kelambu putih. Makam yang terbuat dari sebagian besar semen tersebut, terlihat indah dengan latar belakang pemandangan turunnya matahari atau sun set. Sayangnya nisan dari semen tersebut tidak terlihat jelas nama jasada yang dimakamkan.

Warga sekitar menyakini makam tersebut sebagai makam Siti Nurbaya. Kuburan yang terlihat sedikit kusam itu tampak diapik dua buah batu. Bahkan dalam kondisi tertentu makam ini banyak didatangi warga. Syahbudin Abas (43), warga sekitar, belum terlalu yakin bahwa makam tersebut adalah makam istri kesekian Datuak Maringgih. Namun dia mengakui berdasarkan cerita warga sekitar makam itu adalah Siti Nurbaya.


READ MORE - Legenda Siti Nurbaya

Sabtu, 17 Desember 2011

Kisah Para Pemikul Tandu Jenderal Sudirman Yang Kini Hidup Merana

Para pemikul tandu Jenderal Soedirman

Anda mungkin tak akan lupa foto yang ada di buku sejarah. Kalau melihat gambar hitam putih ada orang ditandu, kita langsung berpikir. Jederal Sudirman. Kini tandu tersebut diabadikan di museum Museum Satria Mandala
tandu itu kini di museum Museum Satria Mandala

Perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia memang takkan pernah dilupakan rakyat. Akan tetapi, tak banyak sosok pejuang yang bisa diingat rakyat. Djuwari (82 tahun), barangkali satu dari sekian banyak pejuang yang terlupakan. Kakek yang pernah memanggul tandu Panglima Besar Jenderal Soedirman itu, kini masih berkubang dalam kemiskinan.

Tepat pada peringatan proklamasi 17 Agustus, Malang Post berusaha menelusuri jejak pemanggul tandu sang Panglima Besar. Djuwari berdomisili di Dusun Goliman Desa Parang Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, kaki Gunung Wilis. Kampungnya merupakan titik start rute gerilya Panglima Besar Sudirman Kediri-Nganjuk sepanjang sekitar 35 km.

Dari Malang, dusun Goliman bisa ditempuh dalam waktu sekitar empat jam perjalanan darat. Kabupaten Kediri lebih dekat di tempuh lewat Kota Batu, melewati Kota Pare Kediri hingga menyusur Tugu Simpang Gumul ikon Kabupaten Kediri. Terus melaju ke jurusan barat, jalur ke Dusun Goliman tak terlalu sulit ditemukan. Sejam melewati jalur mendaki di pegunungan Wilis, Malang Post pun tiba di pedusunan yang tengah diterpa kemarau. Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman memang sangat jauh dari keramaian kota. Titik start gerilya berada di kampung yang dikepung bukit-bukit tinggi dan tebing andesit.

“Inggih leres, kulo Djuwari, ingkang nate manggul Jenderal Soedirman, sampeyan saking pundi?” kata seorang kakek yang tengah duduk sambil memegang tongkat di sudut rumah warga Dusun Goliman.
Djuwari

Melihat sosok Djuwari tak nampak kegagahan pemuda berumur 21 tahun yang 61 tahun lalu memanggul Panglima Besar. Namun dipandang lebih dekat, baru tampak sisa-sisa kepahlawanan pemuda Djuwari. Sorot mata kakek 13 cucu itu masih menyala, menunjukkan semangat perjuangan periode awal kemerdekaan.

Sang pemanggul tandu Panglima Besar itu mengenakan baju putih teramat lusuh yang tidak dikancingkan. Sehingga angin pegunungan serta mata manusia bebas memandang perut keriputnya yang memang kurus. Sedangkan celana pendek yang dipakai juga tak kalah lusuh dibanding baju atasan. Rumah-rumah di Dusun Goliman termasuk area kediaman Djuwari tak begitu jauh dari kehidupan miskin. Beberapa rumah masih berdinding anyaman bambu, jika ada yang bertembok pastilah belum dipermak semen. Sama halnya dengan kediaman Djuwari yang amat sederhana dan belum dilengkapi lantai.

“Sing penting wes tau manggul Jenderal, Pak Dirman. Aku manggul teko Goliman menyang Bajulan, iku mlebu Nganjuk,” ujar suami almarhum Saminah itu ketika ditanya balas jasa perjuangannya.

Dia bercerita, memanggul tandu Pak Dirman (panggilannya kepada sang Jenderal) adalah kebanggaan luar biasa. Kakek yang memiliki tiga cicit itu mengaku memanggul tandu jenderal merupakan pengabdian. Semua itu dilakukan dengan rasa ikhlas tanpa berharap imbalan apapun. Sepanjang hidupnya menjadi eks pemanggul tandu Soedirman, keluarga Djuwari beberapa kali didatangi cucu Panglima Besar. Pernah suatu kali diberi uang Rp 500 ribu, setelah itu belum ada yang datang membantu. Pemerintahan yang cukup baik kepadanya adalah pada zaman Soeharto, sesekali dia digelontor bantuan beras.

“Biyen manggule tandu yo gantian le, kiro-kiro onok wong pitu, sing melu manggul teko Goliman yaiku Warso Dauri (kakak kandungnya), Martoredjo (kakak kandung lain ibu) karo Djoyo dari (warga Goliman),” akunya.

Perjalanan mengantar gerilya Jenderal Soedirman seingatnya dimulai pukul 8 pagi, dengan dikawal banyak pria berseragam. Rute yang ditempuh teramat berat karena melewati medan berbukit-bukit dan hutan yang amat lebat. Seringkali perjalanan berhenti untuk beristirahat sekaligus memakan perbekalan yang dibawa.

“Teko Bajulan (Nganjuk), aku karo sing podho mikul terus mbalik nang Goliman. Wektu iku diparingi sewek (jarit) karo sarung,” imbuhnya. Ayah dari empat putra dan empat putri itu menambahkan, waktu itu, istrinya (sudah dipanggil Tuhan setahun lalu) amat senang menerima sewek pemberian sang Jenderal. Saking seringnya dipakai, sewek itupun akhirnya rusak, sehingga kini Djuwari hanya tinggal mewariskan cerita kisahnya mengikuti gerilya. 

“Pak Dirman pesen, urip kuwi kudu seng rukun, karo tonggo teparo, sak desa kudu rukun kabeh,” katanya.

Dari empat warga Dusun Goliman yang pernah memanggul tandu Panglima Besar, hanya Djuwari seorang yang masih hidup. Putra Kastawi dan Kainem itu masih memiliki kisah dan semangat masa-masa perang kemerdekaan. Ketika ditanya soal periode kepemimpinan Presiden Soekarno hingga SBY, Djuwari dengan tegas mengatakan tidak ada bedanya.


READ MORE - Kisah Para Pemikul Tandu Jenderal Sudirman Yang Kini Hidup Merana

Kamis, 15 Desember 2011

Sejarah Si Jamu Nyonya Meneer

Bila Mengamati etiket jamu Nyonya Meneer dengan seksama,kita tentu saja tidak akan melewatkan sebuah potret kecil hitam putih yang menjadi simbol perusahaan tersebut selama hampir satu abad.Potret itu adalah potret Nyonya Meneer yang bernama asli Lauw Ping Nio.Dilahirkan di Sidoarjo,Jawa Timur pada tahun 1895,sebagai anak ketiga dari lima bersaudara.

Nama Meneer bukan karena ia adalah istri seorang meneer belanda,tetapi karena ibunya suka mengunyah beras menir(butir halus padi sisa tumbukan).Kata menir akhirnya ditulis menjadi "Meneer" karena terpengaruh oleh bahasa belanda. Nyonya Meneer yang kemudian menikah dengan pria surabaya mengikuti suami berpindah ke semarang.Pada awal abad 20, saat-saat sulit mendera rakyat Indonesia, dengan semakin kejamnya penindasan Belanda, sehingga suami Nyonya Meneer tidak terkecuali menjadi korbannya.Ia jatuh sakit dan sulit sembuh.Saat itu,justru menjadi saat pertama Meneer membuktikan bakat dan kepiawaiannya meracik jamu. Alhasil, sang suami berhasil sembuh, dan hal ini membuatnya semakin bersemangat untuk mengasah dan mempraktikan ilmu dan pengetahuan meracik jamu yang ia dapt dari orang tuanya.Seiring berjalannya waktu,Meneer semakin percaya diri dengan meramu jamu bai kerabat dan orang - orang terdekat yang sakit.
Secara perlahan, tetapi pasti, jamu jualannya itu merambah kota-kota lain di sekitar semarang.Ia juga membungkus jamu ini dalam kemasan yang menunjukkan potret dirinya, yang semula ditujukan sebagai sarana silaturahmi, namun terbuti ampuh dan legendaris hingga kini sebagai simbol perusahaan. Perusahaan dengan tagline terkenal "Berdiri Sejak 1919" membuat kita selalu ingat dengan produk jamunya yang khas. PT. Nyonya Meneer telah dianggap sbagai sebuah ikon industri nasional jamu dan kosmetik tradisional tervesar dan tertua di tanah air.Perusahaan tersebut juga telah melebarkan sayapnya ke pasar Internasional dengan berusaha memenuhi permintaan ekspor ke Malaysia,Singapura,Filipina,Brunei Darussalam,Amerika Serikat,Belanda dan Arab Saudi.


Produk andalan Nyonya Meneer juga bervariasi,nulai dari produk minuman jamu seperti temulawak, awet ayu,habis bersalin,hingga produk untuk penggunaan luar seperti param dan buste cream.Dibalik keperkasaan dan kecermelangan prestasi perusaahaan yang mencapai usaha hampir 1 abad ini terdapat beberapa kisah perseteruan internal yang khas terjadi dalam perusahaan keluarga(family business),seperti beberapa perusahaan keluarga lainnya yang dapat kita analisa dan jadikan pelajaran dalam menjalankan usaha. Demi menyaksikan kemampuan mengagumkan Nyonya Meneer dalam menolong orang lain dengan racikan jamunya yang berkhasiat tersebut, suami dan keluarganya mendukung pendirian sebuah usaha yang dinamai "Jamu Cap Potret Nyonya Meneer". Sambil menjalankan usaha yang berupa pabrik itu,Nyonya Meneer juga membuka usaha lain,yaitu tokok yang terletak di Jl.Pedamaran 92 Semarang.

Jamu Nyonya Meneer tercatat mulai merambah pasar jakarta saat putrinya yang bernama Nonnie pada tahun 1940 memutuskan untuk bbertempat tinggal di Jakarta.Nonnie saat itu berinisiatif untuk membuka sebuah cabang baru pabrik jamu ibunya.Toko ini berdiri di daerah Pasar Baru tepatnya di Jl. Juanda, yang merupakan salah atu pusat kegiatan perekonomian Ibu Kota Jakarta. Sementara itu pada tahun 1967,Nyonya Meneer bertindak sebagai Direktur Utama - meskipun secara formal perusahaan dipercayakan kepada anaknya,Hans Ramana.Anak gadisnya yang bernama Lucy Saerang,Marie Kalalo dan Hans Pangemanan diangkat menjadi anggota dewan komisi perusahaan.Sementara itu,model manajemen masih mengikuti model yang diajarkan sang pendiri yang berorientasi pada keuntungan besar.Perusahaan juga masih mempekerjakan sistem pengelolaan yang sederhana dan tradisional.

Diversifikasi produk mulai dilakukan demi memperkaya varian yang ada.Maka diciptakan beberapa jenis jamu yang lain.Jajaran produk juga senantiasa dikembangkan dengan menghasilkan produk-produk minyak pijat, pengharum badan,scrubb untuk mandi dan bedak wajah.Semua produk baru itu dipasaarkan ke daerah - daerah lain yang lebih terpelosok di tanah air. Pada era 1970-an, industri jamu mulai mengalami tingkat persaingan ketat.Banyak pesaing yang bermunculan di pasar yang menjadi sasaran Nyonya Meneer.Pertarungan sengit antar produsen jamu dari segi harga,peluncuran jenis produk yang serupa, hingga pertarungan untuk memperebutkan ceruk pasar terlihat sangat kentara pada masa ini.Beberapa pesaing agresif bagi jamu Cap Nyonya Meneer adalah P.T Sido Muncul dan P.T Air Mancur.


READ MORE - Sejarah Si Jamu Nyonya Meneer

Selasa, 13 Desember 2011

Model dari KTP Ketika Zaman Belanda Dulu

Kartu Tanda Penduduk pada Jaman Belanda (Nederlandsch Indie). Verklaring van Ingezetenschap, voor personen in Nederlandsch Indie geboren, atau terjemahannya, Kartu Tanda Penduduk untuk orang yang lahir di Hindia Belanda.

Tampak Luar


Tampak Dalam


Cap



Diterbitkan di Batavia (sekarang Jakarta), pada 14 April 1921. Dokumen ini dicetak diatas kertas zegel jenis emboss, dengan nilai 1 1/2 Gulden (Een Gulden en Vijftig cent). Ukuran: 15 cm X 10 cm. Sebuah dokumen sipil kuno dari jaman Belanda yang cukup langka.


READ MORE - Model dari KTP Ketika Zaman Belanda Dulu

Foto aktivitas wanita-wanita Jepang saat PD ke 2

READ MORE - Foto aktivitas wanita-wanita Jepang saat PD ke 2

Sabtu, 10 Desember 2011

Tipe Uang Kertas Rp1000 era 1952 - 2009

 Uang Rp 1000,00 Tahun 1952
bentuk uang 1000 rupiah

Uang Rp 1000,00 Tahun 1958
bentuk uang 1000 rupiah

Uang Rp 1000,00 Tahun 1959
bentuk uang 1000 rupiah

Uang Rp 1000,00 Tahun 1960
bentuk uang 1000 rupiah

Uang Rp 1000,00 Tahun 1968

Uang Rp 1000,00 Tahun 1975
bentuk uang 1000 rupiah

Uang Rp 1000,00 Tahun 1980
bentuk uang 1000 rupiah

Uang Rp 1000,00 Tahun 1987
bentuk uang 1000 rupiah

Uang Rp 1000,00 Tahun 1992
bentuk uang 1000 rupiah

Uang Rp 1000,00 Tahun 2000-2009
bentuk uang 1000 rupiah



READ MORE - Tipe Uang Kertas Rp1000 era 1952 - 2009